Aktivitas Liburan di Bali

Tari Topeng

topeng tua
topeng keras
topeng sidakarya
Tari Topeng adalah bentuk dari tarian dan drama dimana penarinya menggunakan topeng dan menampilkan cerita-cerita lama, yang sering berkisah tentang raja dan pahlawan pada jaman dahulu. Tarian ini ada sejak abad ke-17. Tari topeng populer di Bali dan Jawa, tapi juga ditemukan di pulau Madura. Tarian ini diiringi oleh musik Gamelan.

Penggunaan topeng dipercaya sebagai cara memuja para leluhur. Pertunjukan tari topeng ini dimulai dengan tarian tokoh bertopeng yang tidak bicara dan tidak terkait dengan cerita tarian utama. Topeng tradisional ini antara lain : Topeng Manis, Topeng Kras dan Topeng Tua.

Cerita utama dikisahkan oleh seorang narator yang menggunakan topeng separuh wajah, yang memudahkan sang aktor untuk berbicara, dia disebut Penasar. Pada grup penari topeng, biasanya ada dua penasar yang menceritakan kisah dari dua sudut pandang yang berbeda. Pertunjukan ini terdiri atas pertunjukan karakter topeng yang berbicara dan yang tidak berbicara dan juga termasuk tari-tarian, perkelahian dan efek khusus. Kadang para karakter lawak yang ikut didalam cerita juga menceritakan sudut pandangnya sendiri.

Narator dan karakter pelawak sering memasukan kejadian sehari-hari atau berita yang ada di masyarakat dalam percakapan mereka untuk lebih menghibur dan memancing gelak tawa.

Pada tarian topeng, Sifat-sifat dasar manusia juga diikutsertakan, kadang sifat-sifat yang bertolak belakang seperti cantik dan buruk, suci dengan hina dan masih banyak lagi yang lainya. Penjelasan yang lengkap dan analisa dari "Topeng Pajegan", ada di "Masked Performance" karya John Emigh, seorang profesor dari barat di bidang teater yang menjadi penari Topeng Bali.