Tari Kecak

Tari Kecak adalah tarian Bali yang paling dramatis. Diangkat dari kisah pewayangan Ramayana, tarian ini menceritakan kisah Pangeran Rama yang menyelamatkan Putri Sinta yang diculik oleh raja iblis di kerajaan Lanka. 

Tarian ini tidak diiringi musik gamelan seperti kebanyakan tarian di Bali. Tari kecak menggunakan irama suara yang dihasilkan oleh lebih dari 150 lelaki yang bertelanjang dada, membuat suara seperti ´chak-chak-chak´ sambil mengayunkan tangan dan tubuh mereka.

Cerita Dibalik Tarian Kecak

Dewi Sinta, Dewa Rama dan Laksama sedang berada di hutan, tiba-tiba muncul seekor kijang emas yang merupakan perwujudan niat jahat Raja Rawana untuk memisahkan Rama dan Sinta. Kijang emas itupun mulai mendekati Sang Rama, seakan-akan mengajaknya untuk bermain. Dewi Sinta yang melihat kijang tersebut meminta Rama untuk menangkapnya. Sebelum pergi, Rama meminta adiknya yaitu sang Laksmana untuk melindungi Dewi Sinta dan kemudian Sang Rama pergi untuk menangkap kijang emas tersebut.

Tidak lama setelah kepergian Sang Rama, terdengar suara teriakan seperti Sang Rama yang sedang minta tolong. Mendengar suara itu Dewi Sinta menjadi khawatir dan meminta sang Laksmana untuk mencari Sang Rama. Sang Laksmana tidak mempercayai suara itu berasal dari Sang Rama karena ia yakin Sang Rama tidak mungkin terluka hanya karena seekor kijang. Dewi Sinta yang tidak bisa menerima penjelasan Sang Laksmana kemudian marah dan menuduh Sang Laksmana membiarkan kakaknya terluka dan mati sehingga ia bisa menikahi Dewi Sinta dikemudian hari. Karena terus didesak oleh Dewi Sinta, Sang Laksmana akhirnya menuruti keinginan Dewi Sinta untuk pergi menyusul Sang Rama. Sebelum kepergiannya, Sang Laksmana membuat sebuah lingkaran dan meminta Dewi Sinta untuk tetap berada di dalam lingkaran tersebut.

Setelah Sang Laksmana pergi, datanglah seorang pendeta yang ternyata merupakan penyamaran dari Rawana. Pendeta tersebut meminta air kepada Sinta. Karena merasa kasihan, Dewi Sinta memberikan air kepada sang pendeta dan keluar dari lingkaran yang dibuat oleh Sang Laksmana. Seketika itu sang pendeta berubah menjadi Rawana dan menculik Dewi Sinta.

Dewi Sinta kemudian dibawa ke kerajaan Lanka dan dijaga oleh Sang Trijata yang merupakan sepupu dari Rawana. Dewi Sinta sangat sedih dan terus menangis, berharap Sang Rama akan datang menyelamatkannya. Kemudian datanglah seekor kera putih sakti yang bernama Hanoman. Pada awalnya Dewi Sinta mengira Hanoman adalah perwujudan dari Rawana, kemudian Hanuman menjelaskan bahwa ia adalah utusan Sang Rama dan memberikan sebuah cincin sebagai bukti. Sebelum meninggalkan kerajaan Lanka, Hanoman membakar beberapa bagian dari kerajaan sebagai pesan kepada Rawana bahwa Sang Rama akan datang untuk menyelamatkan Dewi Sinta. 

Kemudian Sang Rama beserta pasukannya memerintahkan Sugriwa Sang Raja Kera untuk bertarung dengan Megananda. Pada bagian cerita ini, para penari kecak akan membentuk 2 kelompok, 1 kelompok sebagai pasukan Megananda dan yang lainnya sebagai Pasukan Sugriwa. Pada pertarungan ini Sugriwa mengalahkan Megananda. Kemudian para penari kembali membentuk 1 kelompok. Di akhir cerita Sang Rama telah mengalahkan Rawana dan bertemu kembali dengan Dewi Sinta yang disaksikan oleh Laksmana, Sugriwa dan Hanoman.